Sorak gembira menyelimuti suasana ketika Destry Damayanti dikukuhkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Komisi XI DPR. Ia adalah sosok yang selama ini dikenal sebagai pejabat sementara yang menjalankan roda kepemimpinan BI. Kini, posisi tersebut resmi menjadi miliknya, dan namanya tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral Tanah Air.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi

Lahir di Jakarta pada tahun 1963, Destry tumbuh menjadi perempuan cerdas dengan segudang pengalaman. Ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi magister di Cornell University, Amerika Serikat. Kariernya dimulai dari dunia riset, termasuk menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development dan peneliti di Fakultas Ekonomi UI.

Tak berhenti di situ, Destry merambah pasar keuangan dengan menjabat sebagai ekonom di Citibank Indonesia, penasihat ekonomi untuk Duta Besar Inggris, hingga kepala ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri. Pengalaman panjang ini membentuknya menjadi sosok yang tangguh dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Peran Strategis di Berbagai Lembaga

Sebelum memimpin BI, Destry telah dipercaya mengemban berbagai tugas penting. Ia pernah memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN dan menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan. Pada 2015, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK. Kemudian, ia terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 dan dipercaya kembali untuk periode kedua pada 2024.

Mendunia: Perempuan di Puncak Bank Sentral

Kehadiran Destry dalam panggung internasional menambah daftar perempuan yang memimpin bank sentral dunia. Setidaknya sudah ada 26 bank sentral, lembaga supranasional, dan otoritas moneter yang dipimpin oleh perempuan. Dengan demikian, totalnya kini menjadi 27. Ini menjadi bukti bahwa semakin banyak perempuan yang dipercaya memegang kendali kebijakan moneter di berbagai negara.

Harapan Baru untuk Ekonomi Indonesia

Kepemimpinan Destry diharapkan membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia. Dengan latar belakang riset dan pengalaman praktis yang mumpuni, ia dinilai mampu menjaga stabilitas nilai rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kita semua tentu berharap langkahnya sukses dan menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia lainnya untuk berani bermimpi besar.

Reporter: Sania Putri